Ramadhan selalu menjadi momentum bagi umat Muslim untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal, dan menata kembali prioritas hidup. Jauh sebelum kita memasuki bulan penuh berkah ini, para ulama sudah mengingatkan bahwa setiap manusia sejatinya selalu berdagang—bukan dengan uang, tetapi dengan waktu dan amal.
Salah satu nasihat berharga datang dari Abu Hatim ar-Razi rahimahullah, seorang ulama besar yang dikenal keilmuan dan kelembutan hatinya. Beliau menyampaikan pesan mendalam tentang perdagangan yang paling menguntungkan bagi manusia.
Perdagangan Terbaik: Zikir dan Mengingat Allah
_Abu Hatim menjelaskan bahwa perdagangan yang paling mendatangkan untung adalah mengingat Allah dan memperbanyak zikir. Setiap detik yang kita gunakan untuk mengingat Allah adalah keuntungan yang tidak ternilai, sebab pahala dan kebaikannya bersifat abadi, bahkan ketika dunia telah selesai untuk kita._
Zikir bukan hanya sekadar menyebut lafadz-lafadz tertentu, tetapi juga kesadaran hati bahwa apa pun yang kita lakukan, Allah selalu hadir melihat, mendengar, dan menilai. Inilah investasi terbesar menuju hari akhir.
Perdagangan yang Merugikan: Mengejar Pujian Manusia
Sebaliknya, beliau mengingatkan adanya “perdagangan” yang merugikan, yakni ketika seseorang melakukan amal semata-mata untuk mengejar pujian dan pengakuan manusia.
_Ketika hati lebih lapar terhadap apresiasi dunia daripada ridha Allah, maka amal yang dikerjakan menjadi kosong nilainya. Sebab manusia bisa memuji atau mencela, namun pada akhirnya tidak ada satu pun makhluk yang dapat memberi manfaat atau mudarat kecuali dengan izin Allah._
Refleksi Menjelang Ramadhan
_Ramadhan sudah semakin dekat. Inilah saat terbaik untuk mengevaluasi diri, memperbaiki niat, dan fokus terhadap amal yang bernilai di sisi Allah._
Mari bertanya pada diri kita:
* Apakah zikir sudah menjadi bagian dari keseharian kita?
* Apakah ibadah kita tertuju pada Allah semata?
* Ataukah masih ada ruang di hati untuk riya dan mencari pujian manusia?
Ramadhan mengundang kita untuk kembali pada inti ibadah, yakni ketulusan, keheningan hati, dan kedekatan dengan Sang Pencipta.
_Semoga kita termasuk pedagang yang beruntung—mengisi hari-hari dengan amal yang bernilai, memperbanyak zikir, dan menjaga hati dari harapan duniawi yang menipu._
Dan semoga Ramadhan yang akan datang membawa perubahan besar dalam diri kita, menjadikan iman lebih kokoh dan jiwa semakin bersih.
35 hari menuju Ramadhan—mari bersiap menyambutnya!
Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Temanggung _Dakwah, aksi, dan kolaborasi dalam kebaikan._

