Nglampahi Kabecikan Dhumateng Tiang Sepuh

Salah satu kabecikan paling luhur dalam ajaran Islam adalah berbakti kepada orang tua (tiang sepuh). Allah ﷻ secara langsung mewasiatkan kepada manusia agar senantiasa berbuat baik kepada kedua orang tua, tanpa memandang kondisi, usia, ataupun keadaan mereka.

Dalam Al-Qur’an, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman bahwa manusia diperintahkan untuk nindakaken kabecikan dhumateng kalih tiang sepuhipun, bahkan ketika mereka telah lanjut usia dan berada dalam keadaan lemah. Hal ini sebagaimana tersirat dalam firman-Nya (QS. Al-Ahqaf: 15), yang mengajarkan bahwa pengorbanan orang tua—mengandung, melahirkan, merawat, dan membesarkan—tidak akan pernah terbalaskan.

Berbakti kepada orang tua bukan sekadar kewajiban moral, tetapi juga jalan menuju ridha Allah.Setiap tutur kata yang lembut, setiap sikap hormat, setiap perhatian kecil yang diberikan kepada mereka, bernilai ibadah di sisi-Nya. Bahkan ketika orang tua telah sepuh, sakit, atau sulit dipahami, Islam tetap mengajarkan kesabaran, kasih sayang, dan penghormatan yang utuh.

Menjelang Ramadhan, momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk merenungi kembali hubungan dengan orang tua. Sudahkah kita menyenangkan hati mereka? Sudahkah doa dan bakti kita tulus tanpa pamrih? Karena sejatinya, keberkahan hidup dan kemudahan ibadah sangat erat kaitannya dengan ridha kedua orang tua.

Mari kita nglampahi kabecikan, memulai dari rumah, dengan memuliakan tiang sepuh kita. Semoga Allah ﷻ senantiasa membimbing kita untuk menjadi anak-anak yang berbakti dan diridhai-Nya.

 

_#MenujuRamadhan_

Dakwah, Aksi & Kolaborasi

PCPM Temanggung

Baca juga :   Mengingat Nikmat Allah, Meningkatkan Rasa Syukur

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *