Sebelum Allah ﷻ menetapkan Ka’bah sebagai kiblat umat Islam, kaum Muslimin melaksanakan shalat dengan menghadap ke Baitul Maqdis di Palestina. Hal ini berlangsung sejak masa awal Islam hingga sekitar 16 atau 17 bulan setelah Rasulullah ﷺ hijrah ke Madinah.
_Dari Barra’ radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ dan para sahabat melaksanakan shalat menghadap Baitul Maqdis hingga akhirnya turun perintah Allah untuk berpaling menghadap Ka’bah di Masjidil Haram. Peristiwa ini bukan sekadar perubahan arah fisik, tetapi juga menjadi ujian ketaatan dan keimanan bagi kaum Muslimin._
Perintah perpindahan kiblat menegaskan bahwa Islam adalah agama yang tunduk sepenuhnya kepada wahyu, bukan pada kebiasaan atau keinginan manusia. Ka’bah kemudian menjadi simbol persatuan umat, arah ibadah, dan pusat tauhid yang menyatukan kaum Muslimin di seluruh penjuru dunia.
Mengetahui sejarah kiblat mengajarkan kepada kita pentingnya ketaatan tanpa ragu, kesiapan menerima perintah Allah kapan pun dan dalam keadaan apa pun. Semoga dengan memahami sejarah ini, iman kita semakin kuat dan ibadah kita semakin khusyuk, terlebih dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Temanggung _Dakwah, aksi, dan kolaborasi _

