Efek Buruk dari Berbuat Dosa

Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, setiap muslim diajak untuk kembali menata hati, memperbaiki amal, dan membersihkan diri dari noda-noda dosa. Salah satu hal yang sering luput dari perhatian adalah dampak buruk dosa yang terus dilakukan tanpa disadari.

Dalam salah satu perkataannya, Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di menjelaskan bahwa Efek Buruk dari Berbuat Dosa

_“Sesungguhnya dosa akan menutup kalbu sedikit demi sedikit. Hingga cahayanya terhapus, mata hatinya mati dan terbalik baginya hakikat berbagai perkara. Sehingga dia akan melihat kebatilan sebagai kebenaran dan kebenaran sebagai kebatilan. Ini adalah sebagian dari hukuman dosa.”_

(Taisirul Karimirrahman)

1. Hati Menjadi Gelap dan Tertutup

Dosa membuat hati tidak peka. Nilai-nilai kebaikan yang dahulu terasa mudah dilakukan menjadi berat, bahkan tidak lagi menarik. Kegelapan ini muncul bukan secara tiba-tiba, namun perlahan, seiring dengan kebiasaan bermaksiat.

2. Hilangnya Cahaya Petunjuk

Saat dosa menguasai diri, mata batin menjadi kabur. Seseorang yang terbiasa melakukan dosa akan sulit membedakan mana kebenaran dan mana kesesatan. Yang benar terlihat salah, sementara yang salah terlihat benar. Inilah hukuman batin yang sering tidak disadari.

3. Terbaliknya Nilai-Nilai Kehidupan

Ketika hati dipenuhi noda, cara pandang terhadap kehidupan juga ikut berubah. Dosa melemahkan fitrah manusia, membuat seseorang menikmati hal-hal yang merusak dan menjauhi perkara yang mendekatkan pada Allah. Kesalahan dianggap wajar, bahkan kebenaran bisa terasa asing.

4. Peringatan dan Ajakan untuk Bertaubat

Apa yang disampaikan para ulama ini adalah bentuk kasih sayang dan peringatan agar umat Islam tidak terus terjerumus dalam dosa. Allah membuka pintu taubat selebar-lebarnya sebelum hati terkunci dan tidak lagi merasakan cahaya iman.

Maka, menjelang Ramadhan adalah momen terbaik untuk:

Baca juga :   Mengobati Kerasnya Hati dengan Zikir kepada Allah

1. Muhasabah diri

2. Memperbanyak istighfar

3. Menjauhi dosa kecil maupun besar

4. Menghidupkan amal kebaikan

Ramadhan bukan hanya tentang menahan makan dan minum, tetapi juga perjuangan membersihkan hati dari kotoran dosa yang menghalangi cahaya hidayah.

Mari Menyambut Ramadhan dengan Hati Bersih

Semoga kita termasuk golongan orang yang segera sadar, kembali ke jalan Allah, dan memanfaatkan waktu yang tersisa untuk memperbaiki diri. Karena dosa bukan hanya merusak amal, tetapi juga mematikan hati.

36 Hari Menuju Ramadhan — Saatnya Menata Hati dan Menghidupkan Cahaya Iman *Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Temanggung*

_Dakwah, Aksi, dan Kolaborasi_

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *