Kajian Wisata Dakwah ‘Aisyiyah: Wujudkan Perempuan Berkemajuan Oleh: Prof. Abdul Mu’ti

Wisata Dakwah ‘Aisyiyah se-Karesidenan Kedu yang digelar pada Ahad Legi, 19 April 2026 di Lapangan Kota Mungkid, Kab. Magelang, menjadi momentum penting menguatkan peran perempuan dalam dakwah dan pembangunan bangsa. Ribuan kader ‘Aisyiyah dari Magelang, Temanggung, Kebumen, Purworejo, hingga Wonosobo hadir dalam kajian yang disampaikan Mendikdasmen RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, http://M.Ed. Berikut isi kajiannya:

1. Esensi Wisata Dakwah

Wisata Dakwah memiliki dua makna penting:

Silaturahmi dan Syiar Islam: Bertemu dalam forum wisata dakwah memberikan energi positif karena diniatkan untuk menyambung ukhuwah dan menegakkan syiar Islam.

Penguatan Ekonomi Umat: Membeli dagangan UMKM yang ada di lokasi acara berarti ikut menggerakkan dan mendukung ekonomi menengah ke bawah.

2. QS. An-Nahl Ayat 97: Ayatnya ‘Aisyiyah

Surat An-Nahl ayat 97 disebut sebagai “Ayatnya ‘Aisyiyah” karena berisi tuntunan amal sholih dan iman. Ada 4 poin penting:

1. Kesetaraan dalam Amal Sholih: Laki-laki dan perempuan setara dalam beramal sholih.

2. Amal Diterima dengan Iman: Amal-amal kita akan diterima Allah jika dilandasi iman kepada Allah SWT.

3. Amal Sholih = New Life: Orang yang beramal sholih akan mendapatkan kehidupan baru yang semakin baik hari demi hari.

4. Rizki Halalan Thoyyibah: Iman dan amal sholih akan mendatangkan rizki yang halal dan baik.

Amal sholih juga mendatangkan manfaat dan kerahmatan bagi diri, orang lain, agama, masyarakat, bangsa dan negara.

3. Kunci Kemajuan Bangsa Ada pada Perempuan

Prof. Abdul Mu’ti menegaskan, kemajuan suatu bangsa bergantung pada bagaimana perempuan-perempuannya. Perempuan adalah tiang negara. Jika perempuannya baik, maka baik pula bangsanya.

4. Waspada Gerakan Berbahaya & Degenerasi

Ada gerakan yang membahayakan di masyarakat akhir-akhir ini, yaitu tren _Menjomblo_ dan _Childfree_. Dua tren ini memicu dua macam degenerasi:

Baca juga :   Kader KOKAM Pemuda Muhammmadiyah Temanggung Wakili Indonesia di Ajang Dunia Mr. Olympia Las Vegas 2025

1. Degenerasi Nasabiyah: Terputusnya kelahiran generasi karena pilihan childfree.

2. Degenerasi Diniyah: Terputusnya generasi dalam ajaran agama.

5. Kunci Pencegahan Ada pada Perempuan

Agar dua degenerasi itu tidak terjadi, kuncinya ada pada perempuan. Surga dan tidaknya anak-anak kita tergantung pada ibu-ibunya, karena ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya.

6. Ciri-Ciri Ibu Berkemajuan

1. Cerdas dan Upgrade Diri: Perempuan yang selalu upgrade diri dan upgrade ilmu.

2. Komitmen Selamatkan Generasi: Memiliki komitmen menyelamatkan generasi bangsa melalui pendidikan dan gizi yang baik, serta mendampingi anak saat belajar.

Dengan pengorbanan ibu-ibu ‘Aisyiyah, semoga lahir generasi unggul dan generasi emas.

آمين يا رب العالمين

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *