3 SUARA dicintai Allah SWT

Salah satu riwayat yang paling masyhur mengenai hal ini adalah hadis yang dikeluarkan oleh Imam Ad-Dailami dalam kitab Musnad al-Firdaus:

ثَلَاثَةُ أَصْوَاتٍ يُحِبُّهَا اللَّهُ تَعَالَى: صَوْتُ الدِّيكِ، وَصَوْتُ الَّذِي يَقْرأُ الْقُرْآنَ، وَصَوْتُ الْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ

Artinya: “Ada tiga suara yang dicintai oleh Allah Ta’ala: suara ayam jantan, suara orang yang membaca Al-Qur’an, dan suara orang yang memohon ampunan (beristigfar) di waktu sahur.”

Status Hadis :

Perlu dicatat secara objektif bahwa hadis ini secara sanad (jalur periwayatan) dinilai lemah (dhaif) oleh sebagian ulama ahli hadis. Namun, para ulama memperbolehkan mengamalkan atau menyampaikan hadis ini dalam konteks Fadhailul A’mal (keutamaan amal), karena isinya sejalan dengan prinsip-prinsip umum dalam Islam yang memang menganjurkan membaca Al-Qur’an, beristigfar di waktu malam, dan memperhatikan tanda-tanda kebesaran Allah (melalui ayam jantan), berikut diantara dalil penguatnya :

Penjelasan Mengapa Tiga Suara Ini Dicintai:

Suara Ayam Jantan: Ayam jantan berkokok biasanya saat ia melihat malaikat turun membawa rahmat, atau sebagai penanda waktu subuh. Kokoknya seolah membangunkan manusia untuk beribadah. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis lain

إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ، فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا

“Jika kalian mendengar ayam jantan berkokok, maka mohonlah karunia kepada Allah, karena ia melihat malaikat.” (HR. Bukhari & Muslim) Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari (No. 3303) dan Imam Muslim (No. 2729) dari sahabat Abu Hurairah r.a.

Suara Pembaca Al-Qur’an: Ini adalah suara kalam Ilahi yang dilantunkan oleh hamba-Nya dengan khusyuk. Allah sangat menyukai hamba yang menyibukkan lisan dengan mengingat-Nya melalui kitab suci.

مَا أَذِنَ اللَّهُ لِشَيْءٍ مَا أَذِنَ لِنَبِيٍّ حَسَنِ الصَّوْتِ يَتَغَنَّى بِالْقُرْآنِ يَجْهَرُ بِهِ

Baca juga :   Ketika Kehilangan Datang, Ingat Rencana Allah Lebih Indah

“Tidaklah Allah mendengarkan sesuatu sebagaimana Allah mendengarkan Nabi-Nya membaguskan bacaan Al-Qur’an dan mengeraskan suaranya” (HR. Al Bukhari 7544, Muslim 792)

Suara Orang Beristigfar di Waktu Sahur: Waktu sahur (sebelum subuh) adalah waktu yang paling mustajab dan sunyi. Allah memuji orang-orang yang beristigfar di waktu ini dalam Al-Qur’an Surah Adz-Dzariyat ayat 18: “Dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).”

Surat Az-Zariyat Ayat 15 – 18

إِنَّ ٱلْمُتَّقِينَ فِى جَنَّٰتٍ وَعُيُونٍ

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman (surga) dan mata air-mata air,

ءَاخِذِينَ مَآ ءَاتَىٰهُمْ رَبُّهُمْ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَ

Artinya: Sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan.

كَانُوا۟ قَلِيلًا مِّنَ ٱلَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ

Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam.

وَبِٱلْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Artinya: Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.

Nabi Muhammad saw bersabda :

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ، مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku beri. Siapa yang memohon ampun (beristigfar) kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.'” (HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 758).

By Ustad Hasan Abu Arfa, InsyaAllah Disampaikan Kultum Terawih,

Senin 23 Februari 2026, Di Masjid At taubah Argodewi Mungseng.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *