Doa adalah salah satu bentuk ibadah paling mulia yang Allah karuniakan kepada hamba-Nya. Ia bukan sekadar rangkaian kata, melainkan pengakuan atas kelemahan diri, pengharapan penuh kepada Allah, serta bukti kedekatan seorang hamba dengan Rabb-nya. Karena itu, sungguh patut bagi setiap muslim untuk bergembira ketika Allah menganugerahkan kesempatan dan keinginan untuk banyak berdoa.
Sering kali kita mengira bahwa kebahagiaan datang dari terkabulnya doa. Padahal, para ulama menjelaskan bahwa nikmat terbesar justru terletak pada taufik untuk berdoa itu sendiri. Sebagaimana nasihat Abdurrahman bin Nashir as-Sa‘di rahimahullah, siapa pun yang Allah beri taufik untuk memperbanyak doa, sepantasnya ia merasa bahagia, karena hal itu merupakan tanda dekatnya pengabulan dari Allah.
Doa menunjukkan bahwa Allah masih membuka pintu-Nya bagi kita. Ketika hati tergerak untuk berdoa, lisan dipermudah untuk memohon, dan air mata mudah menetes dalam munajat, itu semua adalah tanda kasih sayang Allah. Tidak semua orang mendapatkan nikmat ini. Ada yang hidup berkecukupan namun jauh dari doa, ada pula yang sibuk mengejar dunia hingga lupa bersandar kepada Rabb-nya.
Menjelang Ramadhan, momen ini menjadi pengingat yang sangat berharga. Bulan suci adalah waktu terbaik untuk memperbanyak doa, memperbaiki hubungan dengan Allah, dan melatih hati agar selalu bergantung kepada-Nya. Maka, jika hari-hari ini kita diberi dorongan untuk berdoa lebih sering, jangan tunda dan jangan remehkan. Bisa jadi itulah undangan Allah agar kita lebih dekat kepada-Nya.
Mari sambut Ramadhan dengan hati yang hidup, lisan yang basah oleh doa, dan keyakinan penuh bahwa Allah Maha Mendengar. Bergembiralah saat engkau dianugerahi kesempatan untuk banyak berdoa, karena di sanalah letak harapan, rahmat, dan tanda cinta dari Allah ﷻ. #MenujuRamadhan
Dakwah, Aksi & Kolaborasi
PCPM Temanggung

