Siap Nikah? Ikhtiar Menjaga Diri dan Menyempurnakan Iman

Pernikahan bukan sekadar fase kehidupan, tetapi bagian dari ibadah yang memiliki kedudukan mulia dalam Islam. Rasulullah ﷺ secara khusus menyampaikan nasihat kepada para pemuda agar menjadikan pernikahan sebagai jalan menjaga kehormatan diri dan menyempurnakan iman.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan secara muttafaq ‘alaih, Rasulullah ﷺ bersabda:

_“Wahai para pemuda, barang siapa di antara kalian telah mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kesucian diri. Dan barang siapa yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu menjadi tameng baginya.”_

Hadis ini menegaskan bahwa kesiapan menikah bukan hanya soal usia, tetapi juga kemampuan—baik secara mental, spiritual, maupun tanggung jawab. Bagi mereka yang telah siap, pernikahan adalah sarana menjaga pandangan, mengendalikan hawa nafsu, dan membangun kehidupan yang diridhai Allah.

Namun Islam juga penuh dengan solusi dan kasih sayang. Bagi pemuda yang belum mampu menikah, Rasulullah ﷺ mengajarkan untuk memperbanyak puasa. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga latihan pengendalian diri, penyucian jiwa, dan benteng dari perbuatan yang mendekati maksiat.

Menjelang Ramadhan, momentum ini menjadi sangat relevan. Bulan puasa adalah waktu terbaik untuk memperbaiki diri, melatih kesabaran, serta mempersiapkan diri menuju kehidupan yang lebih baik—termasuk memantaskan diri untuk pernikahan. Ramadhan mengajarkan kita bahwa pengendalian diri adalah kunci kemuliaan hidup.

Maka, pertanyaannya bukan sekadar “Siap Nikah?”, tetapi juga “Sudahkah kita menyiapkan diri dengan iman, tanggung jawab, dan akhlak?” Jika belum mampu, jangan berkecil hati. Perkuat ibadah, perbanyak puasa, dan terus berikhtiar. Setiap proses menuju kebaikan bernilai ibadah di sisi Allah.

Semoga Ramadhan menjadi langkah awal bagi para pemuda untuk lebih menjaga diri, menata niat, dan menyiapkan masa depan yang penuh keberkahan.

Baca juga :   KAJIAN PIMPINAN PCM TEMANGGUNG: Penguatan Pemberdayaan Masjid sebagai Poros Gerakan Jamaah

Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Temanggung

_Dakwah, aksi, dan kolaborasi_

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *