Periksalah Keinginanmu: Menata Hati Menuju Ridha Ilahi

Manusia diciptakan dengan hati dan keinginan. Keinginan itulah yang sering kali menjadi penggerak amal, baik amal kebaikan maupun keburukan. Oleh karena itu, Islam sangat menekankan pentingnya muhasabah—introspeksi diri—terutama terhadap apa yang tersimpan di dalam hati.

Malik bin Dinar rahimahullah berkata:

_“Sesungguhnya hati orang-orang baik akan dipenuhi dengan amalan kebaikan. Sementara itu, hati orang-orang yang banyak berbuat dosa akan dipenuhi dengan amalan kejelekan. Allah melihat segala keinginan kalian. Maka periksalah keinginan kalian!”_

Perkataan ini mengandung pelajaran yang sangat mendalam. Hati bukan sekadar tempat perasaan, tetapi pusat niat dan keinginan. Apa yang sering kita inginkan, pikirkan, dan rencanakan akan membentuk karakter dan arah hidup kita.

Keinginan Menentukan Amal

Amalan yang lahir dari anggota tubuh sejatinya berawal dari hati. Ketika hati dipenuhi keinginan untuk taat, mencintai kebaikan, dan mendekat kepada Allah, maka anggota tubuh akan ringan untuk beramal saleh. Sebaliknya, jika hati dibiarkan dipenuhi syahwat, ambisi duniawi, dan keinginan yang tidak diridhai Allah, maka dosa akan terasa ringan dan ketaatan menjadi berat.

Inilah mengapa _Rasulullah ﷺ bersabda bahwa dalam diri manusia ada segumpal daging; jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh, dan jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Segumpal daging itu adalah hati._

Allah Melihat Isi Hati

Sering kali manusia sibuk memperbaiki tampilan luar: ucapan, sikap, dan citra diri di hadapan sesama. Namun, Allah tidak menilai dari rupa dan harta, melainkan dari hati dan amal. Keinginan yang tersembunyi, niat yang belum terucap, bahkan lintasan hati yang terus dipelihara—semuanya dalam pengawasan Allah.

Maka, memeriksa keinginan bukan sekadar menilai apa yang telah kita lakukan, tetapi juga apa yang ingin kita lakukan. Apakah keinginan kita mendorong pada kebaikan, atau justru membuka jalan menuju maksiat?

Baca juga :   Mengobati Kerasnya Hati dengan Zikir kepada Allah

Momentum Menuju Ramadhan

Menjelang Ramadhan, seruan “Periksalah Keinginanmu” menjadi sangat relevan. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menata hati dan meluruskan niat. Puasa mengajarkan kita untuk mengendalikan keinginan, bukan menuruti semua yang kita inginkan.

Dengan membersihkan hati dari keinginan-keinginan yang buruk dan menggantinya dengan keinginan untuk taat, kita berharap Ramadhan menjadi bulan perubahan, bukan sekadar rutinitas tahunan.

Mari kita luangkan waktu untuk bertanya pada diri sendiri:

* Apa yang paling sering aku inginkan?

* Apa yang paling aku kejar dalam hidup ini?

* Apakah keinginanku mendekatkanku kepada Allah atau justru menjauhkanku?

Semoga Allah membersihkan hati kita, memperbaiki keinginan kita, dan memenuhi hati kita dengan kecintaan kepada kebaikan.

Semoga Allah merahmati kita semua. Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Temanggung _Dakwah, aksi, dan kolaborasi_

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *