Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, setiap muslim kembali diingatkan untuk menata hati dan jiwa. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperbaiki diri, membersihkan hati, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Salah satu penyakit batin yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari adalah kerasnya hati — kondisi saat nurani terasa gelap, malas beribadah, sulit menerima nasihat, dan jauh dari rasa takut maupun cinta kepada Allah.
Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah pernah berkata dalam Al-Wabilus Shayyib:
_“Sesungguhnya, pada kalbu itu ada sifat keras. Tidak ada yang bisa melunakkan kerasnya hati itu kecuali zikir kepada Allah Ta’ala. Maka dari itu, seorang hamba semestinya berusaha mengobati kekerasan hatinya dengan berzikir kepada Allah.”_
Pesan ini mengajari kita bahwa hati yang keras tidak dapat dilunakkan hanya dengan ilmu atau nasihat, tetapi harus disucikan dengan zikir dan mengingat Allah.
Melalui zikir, hati yang kaku bisa kembali lembut, keyakinan bertambah kuat, dan cahaya iman pun kembali menyala.
Mengapa Zikir Begitu Penting?
1. Zikir menghubungkan hati langsung dengan Pencipta
2. Membersihkan pikiran dan perasaan dari kelalaian
3. Mendorong munculnya ketenangan dan ketundukan
4. Menghidupkan kesadaran bahwa hidup selalu dalam pengawasan Allah
Dengan demikian, menjadikan zikir sebagai amalan sehari-hari adalah langkah tepat menyambut Ramadhan. Kita bisa memulainya dengan membaca tasbih, tahmid, takbir, tahlil, istighfar, serta memperbanyak tilawah Al-Qur’an.
37 Hari Menuju Ramadhan
Hitungan menuju Ramadhan mengingatkan kita untuk mulai mempersiapkan diri dari sekarang. Mari manfaatkan hari-hari yang tersisa dengan memperbaiki ibadah, memperhalus hati, serta memperbanyak zikir agar Ramadhan tahun ini menjadi lebih bermakna.
Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Temanggung
_Dakwah, Aksi, dan Kolaborasi_

